Wanita muda berusia ini memiliki rasa kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi, dia adalah seorang socialpreneur, yakni entrepreneur yang memiliki dan memberikan dampak positif di bidang sosial. Dengan berbekal hal tersebut, mahasiswi Universitas Indonesia ini memberdayakan ibu-ibu penderita kusta di Sitanala di bawah naungan Nalacity Foundation.
Selain menggunakan jiwa sosialnya yang tinggi, Hafiza juga mengandalkan kemampuan bisnisnya untuk membekali ibu-ibu penderita kusta di tempat tersebut dengan berbagai keterampilan menjahit manik-manik pada jilbab. Dengan ketelatenan yang dimilikinya, maka Hafiza dan Nalacity Foundation mampu mendapatkan omset penjualan hingga ratusan juta per bulannya. Hafiza juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai 10 Pengusaha Muda Sukses versi yukbisnis.com.
Hafiza Elfira, Seorang gadis muda cantik yang saat ini baru berumur 25 tahun yang merupakan mahasiswi Universitas Indonesia ini memulai usahanya secara tidak sengaja. Karena hanya berawal dari Tugas kampus yang ia lakukan dikampung Kusta Sitanala, Tangerang, Banten. Yaitu sebuah tempat dimana para penderita penyakit kusta yang telah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit, memilih untuk menetap dan bertempat tinggal didaerah itu. Karena mereka merasa malu dan minder untuk kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga mereka.
Maka dengan terpaksa para mantan penderita penyakit kusta tersebut memilih menetap didaerah sekitar rumah sakit dan menjadi pekerja serabutan seperti tukang sapu, pemulung, pengamen, pengemis, dan lain sebagainya. Dari latar belakang itulah Hafiza bersama keempat temannya tergugah hatinya dan berupaya untuk merubah pola pikir dan cara pandang mereka, agar para mantan penderita kusta bisa hidup secara mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
Dengan pendekatan yang intens terhadap OYPMK atau singkatan dari Orang Yang Pernah Mengalami Kusta, akhirnya terkumpullah 20 orang ibu-ibu OYPMK untuk dididik dan dilatih membuat jilbab, diantaranya belajar menjahit, dan memasang manik-manik. Dengan meminta bantuan salah seorang fashion designer untuk mengajari ibu-ibu tersebut.
Maka dengan terpaksa para mantan penderita penyakit kusta tersebut memilih menetap didaerah sekitar rumah sakit dan menjadi pekerja serabutan seperti tukang sapu, pemulung, pengamen, pengemis, dan lain sebagainya. Dari latar belakang itulah Hafiza bersama keempat temannya tergugah hatinya dan berupaya untuk merubah pola pikir dan cara pandang mereka, agar para mantan penderita kusta bisa hidup secara mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
Dengan pendekatan yang intens terhadap OYPMK atau singkatan dari Orang Yang Pernah Mengalami Kusta, akhirnya terkumpullah 20 orang ibu-ibu OYPMK untuk dididik dan dilatih membuat jilbab, diantaranya belajar menjahit, dan memasang manik-manik. Dengan meminta bantuan salah seorang fashion designer untuk mengajari ibu-ibu tersebut.
sumber http://www.bocahsoenyi.com/2016/02/social-enterpreneur-muda-cantik-hafiza-elfira.html dan https://www.cermati.com/artikel/7-profil-pengusaha-muda-dan-sukses-di-indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar